LAPORAN
KONSELING GIZI
KASUS
BATU EMPEDU
DI
RAWAT INAP RUANG PLAMBOYAN RSUD TUGUREJO SEMARANG
BAB I
PENGKAJIAN GIZI
1. Riwayat
Personal Pasien
a. Data
Umum pasien :
Nama : Ny. W
Umur : 43 tahun
Pekerjaan : ibu rumah
tangga
b. Riwayat
Penyakit:
Keluhan utama :
merasakan sakit di perut bagian kanan sampai ke belakang sehingga tidak bisa
tidur.
Riwayat Penyakit dahulu
: Diagnosa Dokter sejak 5 tahun yang lalu ada batu empedu, 2 bulan yang lalu
pernah masuk rumah sakit dengan keluhan yang sama yaitu keluhan yang dialami
sudah 5 tahun. kemudian sekarang masuk rumah sakit dengan keluhan yang sama yaitu
merasakan sakit di perut bagian kanan.
c. Riwayat
Obat-obatan dan suplemen yang di konsumsi:
Riwayat obat – obatan
yang di konsumsi : Ny. W Mengkonsumsi obat KB sejak itu berat badan meningkat.
2. Pengkajian
Riwayat Gizi (Kualitatif dan Kuantitatif)
a. Asupan
makanan/ zat gizi : kurang karena kebiasaan makannya yang dengan porsi kecil
bahkan hanya 2 sendok makan.
b. Pengetahuan
dan prilaku gizi
Pengetahuan tentang
gizi Ny. W cukup mengerti karena sudah pernah bersekolah akan tetapi prilaku
gizi masih kurang yaitu
§ Di
lihat dari kebiasaan makan di keluarga Ny. W terutama kebiasaan makannya
sendiri yaitu sarapan pagi dengan nasi porsi kecil yaitu hanya 1 sendok nasi
dengan oseng-oseng sayuran, alasannya cepat saji dan kesukaannya sayuran.
§ Kebiasaan
makannya sama siang maupun malam porsi nasi kecil akan tetapi untuk siang dan
malam terkadang ada lauk seperti telur, ikan, atau kadang ayam.
§ Kemudian
kebiasaan Ny. W yang tidak suka minum air putih bahkan sehari kadang tidak
pernah minum air putih namun di ganti dengan teh manis dan di minum bersamaan
dengan makan.
c. Aktifitas
fisik
Aktifitas fisik Ny. W
termasuk golongan sedang yaitu seoang
ibu rumah tangga yang terkadang olahraga didepan rumahnya dan
mengerjakan pekerjaan rumah.
d. Ketersediaan
makanan
Ketersediaan makanan
untuk sayuran masih tercukupi namun untuk lauk hewani masih kurang karena pendapatan
keluarga tidak terlalu tinggi.
e. Kemampuan
pasien untuk menerima makanan
Kemampuan pasien untuk
menerima makanan sebelum dan sesudah masuk rumah sakit yaitu:
§ Sebelum
MRS Ny. W mampu menerima makanan apapun yang dia sukai dengan pengolahan apapun
akan tetapi kebiasaannya dengan nasi posrsi kecil, kecuali jika saat rasa sakit
di perut kembali kambuh dia tidak bisa makan makanan yang padat.
§ Setelah
MRS karena rasa sakit yang ia rasakan di perut bagian atasnya sampai untuk
tidurpun susah Ny. W tidak mau makan meskipun itu bubur walaupun kadang mau
makan hanya 2 sendok sudah cukup.
f. Pemenuhan
kebutuhan gizi: masih kurang
g. Interaksi
obat dan gizi
Semenjak Ny.W memakai
obat KB berat badan meningkat meskipun kebiasaan makannya dan porsimakannya
kurang.
3. Pengkajian
Data Antropometri
BB : 60 kg
TB : 152 cm
1.52 ² 2.31
BBI : ( 152 – 100) –
10% = 52 – 5.2 = 46.8 kg
4. Pengkajian
Data biokimia
SGOT : 48 u/l ( lebih)
SGPT : 57 u/l ( lebih)
5. Pengkajian
Data Klinis/ Fisik
a. Sebelum
MRS lemas
b. 3
hari sebelum MRS mengeluh sakit di perut bagian kanan atas sampai tidak bisa
tidur.
c. TD
: 140/90 lebih
d. Nadi
: 86x/ menit normal
e. RR
: 20 x/ menit
f. Sebelum
MRS demam
BAB II
DIAGNOSA GIZI
1. Diagnosis
penyakit
Diagnosa penyakit yang
tertulis dari Dokter yaitu batu empedu.
2. Diagnosis
Gizi
Domain
Asupan
|
Problem
|
Etiologi
|
sign
|
|
makanan
dan minuman melalui oral tidak adekuat
|
kebiasaan
makan pasien yaitu: makan dengan porsi kecil, tidak suka air putih
|
adanya keluhan yang di alami pasien
yaitu rasa sakit di perut bagian kanan atas.
|
NI.2
makanan dan minuman melalui oral tidak adekuat berkaitan dengan kebiasaan makan
pasien yaitu makan dengan porsi kecil, tida suka air putih di tandai dengan
adanya keluhan yang di alami pasien yaitu rasa sakit di perut bagian kanan
atas.
Domain
Klinis
|
Problem
|
Etiologi
|
Sign
|
|
kelebihan
berat badan / obesitas berkaitan
|
interaksi
obat KB yang di pakai
|
IMT
26 kg/m².
|
NC.3.3
kelebihan berat badan / obesitas berkaitan dengan interaksi obat KB yang di
pakai pasien di tandai dengan IMT 26 kg/m².
Domain
prilaku
|
Problem
|
Etiologi
|
Sign
|
|
Pemilihan
makanan yang salah
|
Kebiasaan
makan
|
kebiasaan
sarapan pagi dengan nasi dan oseng sayuran.
|
NB 1.7 pemilihan makanan yang salah
berkaitan dengan kebiasaan makan di tandai dengan kebiasaan sarapan pagi dengan
nasi dan oseng sayuran.
BAB III
PERENCANAAN DIET
1. Macam
diet
a.
Diet
rendah lemak II
2.
Tujuan
diet
a.
Memulihkan
keadaan pasien yaitu mengurangi rasa sakit di perut bagian kanan atas,
mengurangi mual.
b.
Menurunkan
berat badan karena obesitas secara bertahap.
3.
Prinsip
/ syarat diet
a.
Memberikan
energi sesuai kebutuhan
b.
Meberikan
protein tinggi 20 %
c.
Memberikan
rendah lemak 15 %
d.
Memberikan
KH cukup 65 %
e.
Memberikan
vitamin (A,D,E,K) dan mineral yang cukup
f.
Cukup
serat
g.
Hindari
makanan yang bisa membuat kembung.
4.
Perhitungan
kebutuhan gizi
a.
Kebutuhan
energi menggunakan rumus Miflin
BMR=
(10xBBI) + (6.25xTB) – (5xU) – 161
= ( 10x46.8) + (6.25x152) – (5x43) –
161
= 468+950-215-161
= 1043 KKal
ET =
BMR x FA x FS
= 1043 x 1.3 x 1.2
= 1625 Kkal
b.
Kebutuhan
protein = 20% x 1625 = 81.25 gr
c.
Kebutuhan
lemak = 15% x 1625 = 27 gr
d.
Kebutuhan
Karbohidrat = 65% x 1625 = 264 gr
5.
Bentuk
makanan
Lunak
6.
Rute
Oral
7.
Frekuensi
5
kali makan yaitu 3 kali makan utama 2 kali snack (selingan)
BAB IV
PERENCANAAN KONSELING GIZI
1. Topik
Diet rendah lemak II
2. Sasaran
Pasien yang mengalami
dan keluarga yang menjaga agar membantu mengingatkan pada pasien dan menjaga
pola makan pasien.
3. Tujuan
koseling gizi
a. Membantu
pasien untuk memulihkan keadaan dan menghilangkan keluhan yag dialaminya
b. Membantu
pasien mengubah prilaku makannya yang masih salah.
c. Membantu
menurunkan berat badan pasien hingga mencapai berat badan normal secara
bertahap
4. Perencanaan
tempat dan waktu
Tempat dilaksanakan di
ruang rawat inap Plamboyan RSUD Tugurejo Semarang 03 juni 2013 yaitu untuk
pengkajian data dari jam 10.15 – 11.15, kemudian edukasi/ konseling ke pasien
dari jam 12.00 – 12.20.
5. Metode
konseling yang dipilih
Metode konseling yang
di gunakan yaitu wawancara, tanya jawab dan diskusi
6. Materi
konseling yang di berikan
a. Menjelaskan
tentang apa yang bisa menyebabkan batu empedu itu sendiri
b. Memberikan
edukasi tentang penanganan batu empedu
c. Menjelaskan
makanan apa saja yang boleh di konsumsi atau tidak
d. Menjelaskan
makanan yang harus di batasi apa saja
e. Menjelaskan
tentang diit untuk batu empedu
BAB V
STRATEGI PERUBAHAN PRILAKU
A. Jangka
pendek
a. Menjalankan
diit untuk memulihkan keadaannya
b. Tetap
menjalani diit sampai keadaan benar-benar pulih/ sehat kembali
B. Jangka
panjang
a. Menjalankan
diit untuk tetap menjaga keadaan yang sudah sedikit mmembaik
b. Menjalankan
diit untuk menurunkan BB sehingga mencapai normal
c. Tetap
menjaga berat badan sehingga bisa mencapai BB normal.
C. Perubahan
prilaku yang di spakati pasien
Perubahan
prilaku yang di sepakati pasien yaitu:
a. Bersedia
menjalankan diit yang sudah di edukasikan untuk memulihkan keadaanya
b. Bersedia
merubah prilaku makan/ pola makannya yang masih salah
c. Bersedia
merubah kebisasaannya yang tidak mau minum air putih dan mengurangi minum teh
manis.
d. Bersdia
untuk menurunkan berat badan hingga normal dengan cara menjalankan diet yang
sudah di edukasikan.
BAB VI
PERENCANAAN TINDAK LANJUT ATAU (FOLLOW UP)
Perencanaan tindak
lanjut yaitu pasien bersedia untuk kontrol lagi ke poli gizi 1 bulan sekali
setelah keluar dari RS untuk mengetahui perubahan dari diit yang akan di
jalani, dan pasien bersedia menjaga asupan makan yang akan di konsumsinya. Dan
akan tetap berusaha merubah dan mnjaga prilaku makan serta m
Tidak ada komentar:
Posting Komentar